SOLUSI ADIKTIF GEDGET PADA ANAK


Menurut KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) adiktif adalah bersifat kecanduan, bersifat ketergantungan pada pemakainya. Gedget merupakan suatu perangkat yang memiliki fungsi lebih spesifik, bersifat praktis dan di rancang dengan teknologi yang canggih yang mudah mengakses internet ungkap Munif Khatib.  Kecanduan dan ketergantungan anak pada gedget disebabkan oleh dunia di dalam internet lebih menarik untuk anak-anak di bandingkan dunia luar, internet menawarkan informasi secara visual, audio,  dan audio visual.

Salah satu alasan anak kehilangan waktu dan momen bersama orang tua adalah kesibukan orang tua. Anak pada masa pertumbuhannya adalah sosok yang terus berkembang di lingkungan yang juga ikut berkembang. Genarasi saat ini adalah generasi yang perkembangan teknologinya dua kali lebih cepat dibandingkan abad-abad sebelumnya. Sehingga pada proses tumbuhnya anak yang kecanduan gedget akan kehilangan moment untuk mengasah kemampuan sosialisasi. Kemampuan sosialisasi pada anak dibagi menajadi tiga yaitu Imitasi (meniru), Identifikasi (prilaku), internalisasi (kebiasaan).

Bisa kita bayangkan apabila lingkungan yang paling dekat dengan anak yang seharusnya adalah guru dan orang tua digantikan gedget.  Maka proses sosialisasi dengan imitasi adalah  internet. Hal ini  sangat mengkhawatirkan, yang artinya anak terpapar secara langsung dengan pengaruh internet yang tidakbisa kita filter informasinya.

Kehadiran bapak Munif Khatib sebagai pembicara dalam seminar parenting yang diadakan di Aula Sekolah Mutiara Harapan pada hari Jumat, 20 Desember 2019 dengan tema “Solusi Adiktif Gedget  Pada Anak” membawa angin segar terhadap kegundahan para orang tua dan wali murid di yayasan Sekolah Global Andalan, Sekolah Taruna Andalan, dan Sekolah Mutiara Harapan. Orang tua di undang secara khusus untuk mengahadiri seminar yang dilakukan dari jam 8 pagi sampai dengan jam 3 sore. Ibu Diana Sinulingga istri dari CEO PT.RAPP pun turut hadir mengikuti seminar parenting tersebut. Beliau sangat terkesan dengan materi yang disampaikan dan berharap kegiatan serupa dilakukan secara berkala.

Indonesia merupakan negara kedua pengguna internet pada remaja setelah USA, dan 20 persen remaja Indonesia mengalami kecanduan internet. Anak laki-laki cenderung suka bermain game, sedangkan pada anak perempuan cenderung suka media sosial.  Sebenarnya gedget selain dari sisi negatif nya diantaranya, memberi informasi berlebihan didunia maya, membuat kita terjebeak informasi HOAX, terancam oleh predator online serta menurunkan produktifitas, gedget juga memberikan kontribusi yang baik di antaranya sarana mencari ilmu pengetahuan dan informasi, sarana mengekspresikan diri, dan juga bisa membuat hubungan keluarga dan teman yang jauh terasa dekat.

Namun masalah utama gedget adalah menimbulkan ketergantungan atau adiktif pemakainya. Ketergantungan gedget/internet adalah penggunaan internet secara tidak terkendali sehingga menimbulkan masalah perilaku dan sosial. Beberapa akibat dari kecanduan gedget adalah menganggu kesehatan mata, menjadikan kita sebagai pribadi anti sosial, mengalami gangguan prilaku, menyebabkan gangguan stress, depresi hingga gangguan jiwa, yang berakhir pada kecanduan pornografi. Pada anak sendiri adiktif gedget juga menimbulkan sikap yang agresif, hiperaktif, selalu gelisah, mudah marah, merengek, merajuk dan mudah sedih.

Menurut bapak Munif Khatib ada beberap kiat yang dapat membuat anak tidak tergantung pada gedget diantaranya, pertama tidak membiasakan anak balita menggunakan gedget, kemudian berikan batasan waktu kepada anak dengan perjanjian tertulis, serta memahami kebutuhan anak. Anak yang sedang berkembang sejatinya memerlukan waktu yang berkualitas dengan orang tua dan lingkungan untuk membangun sosialisasi mereka. Sehingga luangkan waktu untuk anak, bercengkrama saat semua orang ada di rumah, manfaatkan waktu libur untuk melakukan aktifitas bersama, berikan mainan alternatif, bermain di ruang terbuka atau dengan menggunakan alat, kita hidupkan kembali mainanan tradisional.  Mendengar anak bercerita pun bisa menjadi wadah untuk anak  mengekspresikan dunianya, sehingga pesona kita sebagai orang tua tak tergantikan oleh gedget.

 

Oleh Diah VitaLoka

>

POPULER

Our Partners